Join and earn money by advertising in Kumpulblogger.com

Tahukah Anda, Pada Tahun 685 Telah Terjadi Hujan Darah?

Minggu, 22 Agustus 2010

Oleh: Hajis Hala dan Zaynab
Pahlawan wanita Karbala, Sayidah Zainab (putri Ali bin Abi Thalib) diriwayatkan telah berkata, setelah pembantaian saudaranya, Imam Husain as.
“Wahai penduduk Kufah! Wahai para pendusta! Kalian pengkhianat! Kalian pendosa! Sekarang kalian menangis? Semoga Allah tidak pernah mengurangi aliran air mata dan semoga hati-hati kalian terbakar selamanya dengan kesedihan dan penderitaan!
“Janji palsu kalian tidak mengandung kebenaran dan ketulusan hati. Sekarang kalian nampak memalukan dan sama sekali tidak memiliki moral yang baik bagaikan budak wanita yang keji dan hina. Sekarang kalian menangisi saudaraku dan meratapi setelah kepergiannya?
“Ya, demi Allah menangislah kalian karena kalian pantas melakukannya. Ya, banyaklah menangis dan sedikitlah tertawa sebab kalian telah mencoreng diri kalian sendiri dengan kelalaian membunuh imam zamannya. Noda ketidakadilan yang menumpahkan darah saudaraku ada di kening kalian dan tidak akan pernah bisa kalian bersihkan.
“Wahai orang-orang Kufah! Celakalah kalian! Tahukah kalian bagian dari Muhammad mana yang kalian lukai, janji yang telah kalian langgar, darah siapa yang telah kalian tumpahkan, dan kesucian siapa yang telah kalian hina?
Dengan membunuh Imam kalian, kalian memikul tanggung jawab atas kehinaan, kesedihan dan perilaku yang mengerikan. Mengapa kalian ragu setelah hujan darah turun dari langit? Ingatlah! Sungguh azab Allah di akhirat kelak akan lebih pedih dan keras…”

Tragedi Karbala

Kebanyakan umat muslim yang mengetahui tragedi Karbala, meskipun, hanya para pengikut ahlulbait as. yang memahami ajaran Islam berdasarkan ahlulbait yang telah dibantai oleh musuh di padang pasir Karbala, Irak. Imam Husain as. merupakan anggota terakhir dari “Al-Kisa”, “Lima (Manusia) Suci”, yang karenanya alam ini diciptakan (Hadis Al-Kisa)

Buku Sejarah Anglo Saxon

Lalu apa hubungannya Anglo Saxon Chronicles dengan peristiwa mengerikan yang bahkan dunia ini belum pernah saksikan sebelumnya?
Ketika wartawan kami dari Teluk mengirimkan halaman ini, Hajis telah menandai satu bagian dari buku sejarah tersebut dan setelah membaca bagian yang dia tandai, pikiran saya segera melayang ke padang pasir Karbala dan kemudian kepada khutbah Sayidah Zainab di Kufah. Dalam khutbah tersebut, terdapat satu pernyataan penting untuk memahami tulisan ini. Sayidah Zainab telah mengatakan dalam khutbah di atas:
“Mengapa kalian ragu setelah hujan darah turun dari langit?”
Ketika saya membaca khutbah ini untuk pertama kalinya, beberapa waktu yang lalu, saya menunjukkan dengan tepat apa yang Sayidatina Zainab katakan. Setelah meneliti beberapa saat tentang hujan darah di Arab, saya menemukan bahwa benar-benar terjadi hujan darah di Britania Raya di tahun yang sama dengan wafatnya Imam Husain as.
Pada tahun 685 AD (Kalender Gregorian):
“685. Pada tahun ini di Britania telah terjadi hujan darah, susu dan mentega berubah menjadi darah.”
Rekaman kejadian ini terdapat di sebuah daratan yang jauh (Britania Raya), yang tidak memiliki kepentingan dibandingkan rekaman sejarah yang lain, adalah satu-satunya yang saya lihat sebagai cahaya bukti.
Ketika beliau syahid, langit menangis darah bagi Imam Husain as. Diriwayatkan bahwa ketika Imam Husain as. dibunuh, tidak hanya penghuni surga yang menangisi Imam Husain as., tapi juga langit menangis untuknya dan hujan darah bagi orang yang terzalimi ini. Hal ini diriwayatkan tidak hanya dalam kitab Syiah tapi juga beberapa sumber penting suni:
“Pada hari syahadahnya Al-Husain, langit hujan darah…” (Tsakhaair Al-Uqba, hlm. 144, 145, 150; Ash-Shawaiq Al-Muhriqah, hlm. 116, 192)
“Tidak ada satupun batu yang diangkat kecuali di bawahnya terdapat darah…” (Ash-Shawaiq Al-Muhriqah, hlm. 116, 192; Tathkirah Al-Khawas, hlm. 284; Tafsir Ibnu Katsir, jil. 9, hlm. 162)
Kesimpulan dari tulisan singkat ini adalah terdapat bukti yang tak terbantahkan bahwa langit benar-benar hujan darah setelah peristiwa pembunuhan cucu Nabi Muhammad, Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib, yang merefleksikan besarnya kejahatan tragedi tersebut dan kebenaran ucapan Sayidah Zainab as. Sumber
Penerjemah: Ali Reza Aljufri © 2009

0 komentar:

Follow Me

Blog Archive

Online

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Directory

The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku Text Back Links Exchange Free Automatic Link Free Automatic Backlink http://Link-exchange.comxa.com Powered by Mysiterank

  © Web Design By Septiyans   © Blogger template Writer's Blog by Ourblogtemplates.com 2008   ©The Javanese   ©Doea Enam

Back to TOP