Join and earn money by advertising in Kumpulblogger.com

Roh Halus Gerayangi Sejumlah Kota, Sasarannya Remaja Putri

Selasa, 23 November 2010

Berita2.com (Surabaya): Roh halus rupanya semakin nakal dan senang mengganggu gadis-gadis ABG. Hal itu terbukti dari kesurupan yang melanda sejumlah remaja putri siswa SMA di Sumenep, Bangkalan, dan Situbondo, Senin (22/11). Para siswa dan guru yakin anak-anak histeris ini kerasukan roh halus.

Di SMA Muhammadiyah I Sumenep, kesurupan terjadi saat sekolah tengah menggelar kegiatan spiritual building untuk memperkuat iman dan mental 320 siswa. Ada tiga siswa kelas III yang kesurupan, yakni Saoda, Qorratul Aini, dan Ida. Menurut Dwi Yuliowati, guru BP, pihaknya sudah mengantisipasi adanya siswa yang kesurupan.

Para guru berusaha mengusir roh halus dengan membisikkan Kalimat Tauhid ke telinga siswa yang histeris. Lambat laun mereka sadar dan bisa menirukan lafal Kalimat Tauhid dan Istighfar.

Di Bangkalan, setelah SMAN 3, kesurupan kini melanda siswa SMAN 1. Ada delapan siswi yang histeris usai mengikuti upacara bendera di halaman sekolah.

Humas SMAN 1 Bangkalan Bandi Budi menyatakan, tim medis dari RSUD Syamrabu juga sudah didatangkan. Namun, setelah paranormal tiba, para siswa baru bisa disembuhkan dari gangguan jin. Kesurupan membuat proses belajar mengajar terpaksa dihentikan sekitar dua jam. Kesurupan juga pernah terjadi di SMAN 3 Bangkalan pada awal Oktober 2010.

Di Situbondo, kesurupan menimpa 30 siswa SMAN I Panarukan saat mengikuti pelajaran di kelas. Guru BK Bambang Sumantriyanto mengatakan, ada tiga lokasi di sekolah yang dihuni roh halus, salah satunya adalah ruang kelas IPA I dan II. (surya) sumber

0 komentar:

Follow Me

Blog Archive

Online

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Directory

The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku Text Back Links Exchange Free Automatic Link Free Automatic Backlink http://Link-exchange.comxa.com Powered by Mysiterank

  © Web Design By Septiyans   © Blogger template Writer's Blog by Ourblogtemplates.com 2008   ©The Javanese   ©Doea Enam

Back to TOP